Selasa, 02 Oktober 2012

Kecoa Jadi Inspirasi Robot Heksapedal




PolyPEDAL Lab Kelincahan kecoa dan tokek bergerak di ujung permukaan tipis dengan menggunakan kaki paling belakangnya. Di bagian paling bawah adalah robot yang dikembangkan untuk memiliki kemampuan serupa kecoa dan tokek.

SAN FRANCISCO,  - Apa yang terjadi jika Anda berlari sekencang mungkin untuk menghindar dari musuh namun akhirnya justru tiba di pinggiran jurang? Anda pasti bingung menentukan langkah.

Tak demikian halnya dengan kecoa. Saat kecoa ada di ujung permukaan tipis, misal berupa tripleks, mereka akan terus maju. Mereka akan menggunakan kaki paling belakang untuk mengaitkan tubuh pada tepian permukaan. Selanjutnya, mereka bersembunyi di bawah permukaan itu.

Perilaku kecoa tersebut ditemukan oleh Jean-Michel Mongeau dan rekannya dari University of California di Berkeley. Mongeau menjumpai perilaku tersebut saat melihat kecoa menggunakan antena untuk memperkirakan jarak sebuah gap antar permukaan.

Mongeau, seperti dikutip New Scientist, Jumat (8/6/2012), mengatakan, "Saat kita memperlebar gap itu, kecoa akan bergerak di bawah permukaan. Dengan mata telanjang, kita takkan menyadarinya.
Tapi, jika kita merekam dengan kamera high-speed dan memutarnya lambat, kita akan kagum dengan cara kecoa menggunakan kaki belakangnya untuk bertahan di permukaan, memungkinkannya mengayunkan kaki di pinggiran yang sempit."

Perilaku dan karakteristik kecoa ini kemudian menginspirasi Mengeau dan tim, yang sejatinya adalah peneliti biofisika, heksapodal. Robot tersebut diharapkan bisa bergerak seperti kecoa, memungkinkannya sebagai robot mumpuni untuk kegunaan penyelamatan.

Robert Full, anggota tim lain, mengatakan, "Itu adalah tantangan kita sekarang dalam robotik, untuk memproduksi robot yang bisa melakukan transisi di permukaan yang kompleks dan beroperasi di area yang berbahaya yang tak bisa dijangkau manusia."




sumber:kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar