Selasa, 25 September 2012

Ini Pembuat Video Detik-detik Kematian Dubes AS di Libya

Dia terkejut, mengapa seorang dubes ditinggalkan sendiri tanpa ajudan.

Christopher Stevens, Dubes AS untuk Libya
Christopher Stevens, Dubes AS untuk Libya (US Department of State)

VIVAnews - Video penyebab kematian Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens, beredar di internet.
Stevens bukan diroket ketika di dalam mobil, seperti berita yang beredar sebelumnya. Melainkan, tewas karena sesak napas akibat banyaknya asap di ruang saat massa menyerbu kedutaan AS, Selasa 11 September 2012.

Siapa yang merekam peristiwa itu? Dia adalah Fahd Al-Bakoush, seorang aktivis. Bakoush mengaku, melihat duta besar masih "menggerakkan bibir dan matanya, dan tubuhnya menjadi gelap karena asap".

Kepada Reuters, Bakoush menuturkan, penyerbuan kedutaan terjadi tak lama setelah beberapa petugas keamanan bersenjata Kedutaan AS di Libya menolak tuntutan pengunjuk rasa untuk menurunkan bendera dan memasuki kompleks kedutaan.

Kekerasan pun dimulai setelah aparat menembakkan senjatanya untuk menakut-nakuti para demonstran. Aksi inilah yang kemudian memprovokasi pengunjuk rasa marah, dan mendorong elemen-elemen garis keras untuk melemparkan granat serta bom molotov.

Tak lama setelah itu, hampir 100 demonstran masuk ke kompleks dengan sedikit perlawanan dari petugas keamanan kedutaan. Para demonstran itu kemudian dengan bebas menghancurkan gedung kedutaan.

Bakoush baru menyadari bahwa yang ditemukan itu adalah duta besar AS di hari berikutnya. Namun, dia terkejut, mengapa seorang duta besar ditinggalkan sendiri di sebuah ruangan tanpa ada ajudannya.

"Saya pikir, duta besar seharusnya menjadi orang yang pertama untuk melarikan diri (dalam keadaan seperti itu)," katanya.

Ingin lihat videonya, klik tautan ini.

Dari Libya, unjuk rasa mengecam film "Innocence of Muslims" menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah dan Afrika. Para demonstran juga merusak kedutaan besar Amerika Serikat dan menyerukan slogan-slogan anti AS.

Kabar terakhir menyebutkan korban tewas telah mencapai 17 orang. Ratusan lainnya luka-luka.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menegaskan pemerintah AS tidak ada hubungannya dengan film konyol itu. Meski dibuat oleh warga negara AS, Clinton menyatakan dia termasuk orang yang menentangnya.

"Kami benar-benar menolak isi dan pesannya," dia menegaskan. "Bagi kami, dan saya pribadi, video itu sangat menjijikkan dan tercela. Tampak jelas sekali itu memiliki tujuan yang sangat sinis, yakni merendahkan agama dan memancing kemarahan." (art) sumber Vivanews.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar