Jumat, 05 Oktober 2012

Benteng-Benteng Warisan Era Keemasan Islam



Jakarta - Peradaban Islam di era kejayaan dikenal memiliki teknologi militer yang sangat tangguh. Salah satu peninggalan militer Muslim di masa kekhalifahan adalah benteng-benteng pertahanan. Kemegahan benteng-benteng peninggalan peradaban Islam di abad pertengahan itu ada yang masih berdiri kokoh, tapi ada juga yang telah musnah.

Berikut benteng-benteng peninggalan peradaban Islam sebagaimana dihimpun detikRamadan dari berbagai sumber, Selasa (14/8/2012).

Spoilerfor 1. Benteng Salahudin atau The Citadel of Saladin:

Quote:
Disebut Benteng Salahudin karena memang benteng ini dibangun oleh panglima Muslim, Salahudin Al Ayubi dari Dinasti Ayubiyah pada 1170 M. Benteng ini dibangun di atas bukit Muqatam yang terletak di antara kota Kairo dan kota Fustat, Mesir. Karena letaknya di atas bukit, setiap pengunjung ke benteng bisa menikmati keindahan pemandangan seluruh kota Kairo.

Selain digunakan untuk latihan militer, benteng Salahudin juga digunakan sebagai perlindungan Mesir dari serangan Pasukan Salib. Raja Muda Turki dari Turki Utsmani sering menggunakan benteng sebagai tempat bermukim dan berlindung selama perang salib bergejolak.

Setelah kejatuhan Dinasti Ayubiyah, benteng Salahudin sempat terbengkalai. Sultan El-Nasser Mohamed di abad ke 14 kemudian membangun masjid dan sejumlah bangunan lain di sekitar benteng sebagai bentuk perawatan terhadap benteng itu.


Spoilerfor 2. Benteng Alamut:

Quote:
Benteng Alamut dibangun pada 840 M di atas Gunung Alborz pada ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut. Benteng ini terletak di selatan Laut Kaspia dekat Provinsi Qazyin. Benteng tersebut terletak 100 km dari kota Teheran, Iran.

Alamut sendiri diambil dari bahasa Persia yang artinya sarang burung Rajawali. Nama tersebut diberikan untuk menggambarkan betapa kokohnya benteng tersebut. Benteng Alamut memang dirancang didirikan di atas gunung untuk menyulitkan para penyerang datang menghancurkan benteng tersebut.

Untuk memasuki benteng tersebut, para penyerang harus melewati lereng-lereng yang terjal dan licin yang sangat berbahaya. Benteng yang panjangnya 400 meter tersebut juga memiliki sistem suplai air yang berbeda dari benteng-benteng lainnya. Benteng Alamut didirikan untuk menahan serangan dari bangsa Saljuk.

Pada 1090 M, Hassan-i Sabbah seorang komandan dari Persia menguasai Benteng Alamut, bahkan dia juga membangun sejumlah taman dan perpustakaan di dalam benteng tersebut. Namun pada Desember 1256 M, pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan datang dan berusaha menghancurkan benteng tersebut. Namun gagal.

Benteng Alamut justru mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi di Iran pada tahun 2004. Dinding-dinding benteng tersebut runtuh. Untuk memperbaiki benteng yang menjadi salah satu peninggalan peradaban Islam tersebut membutuhkan waktu yang panjang, sekitar 10 tahun.


Spoilerfor 3.Benteng Ajyad:

Quote:
Benteng Ajyad dibangun penguasa Turki Usmani pada tahun 1775 M. Benteng ini dibangun di kota Makkah dengan tujuan untuk melindungi Ka'bah dari serangan musuh.

Benteng yang memiliki luas 23 ribu meter persegi ini dibangun di atas pegunungan Bulbul. Sayangnya, pemerintah Arab Saudi merubuhkan benteng ini pada tahun 2002 demi pembangunan Abraj Al Bait Towers yang merupakan gabungan dari apartemen, hotel bintang lima, dan pusat perbelanjaan.

Kebijakan pemerintah Arab Saudi itu mendapat protes keras dari Turki. Meski memiliki nilai historis, tapi ternyata UNESCO tidak memasukkan benteng Ajyad ini sebagai bangunan bersejarah yang dilindungi oleh UNESCO.


Spoilerfor 4. Benteng Al Ukhaider:

Quote:
Benteng al-Ukhaider terletak di padang pasir berjarak 48 km dari kota Karbala dan 150 km di selatan kota Baghdad, Irak. Benteng al-Ukhaider merupakan salah satu benteng yang paling indah dari jejak-jejak peninggalan kekuasaan Muslim. Tembok luar dari benteng tersebut masih lengkap dan terawat dengan baik.

Benteng ini dibangun oleh salah seorang pemimpin dari Dinasti Abbasiyah yang pernah berkuasa di Irak yakni Isa ibn Musa pada 774 hingga 775 M. Di dalam benteng tersebut juga dibangun masjid dan tempat tinggal semacam apartemen. Arsitektur dari benteng tersebut sangat indah dan sangat menggambarkan arsitektur Islam.

Pada saat terjadinya perang Teluk yang terjadi antara Irak dan Kuwait pada 1991, benteng tersebut pernah diserang oleh dua pesawat terbang. Namun benteng peninggalan Dinasti Abbasiyah tersebut tetap berdiri dengan kokohnya tanpa ada kerusakan yang cukup berarti. Hal ini merupakan bukti kemampuan teknik bangunan yang tinggi dari arsiteknya.

Pada zaman dulu, benteng Al-Ukhaider sering menghubungkan antara Irak dengan dunia luar. Selain itu, banyak para kafilah, pedagang dan orang-orang nomaden seperti Atshan dan Mujdah yang sering singgah di benteng tersebut. Selain untuk singgah, benteng tersebut juga berfungsi melindungi wilayah-wilayah di sekitarnya dari serangan orang asing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar