Rabu, 09 Januari 2013

Transformasi IT Ke Arah Virtualisasi dan Cloud Computing

networkJika pada jaman dulu komputer mainframe + data centernya begitu besar dan memakan banyak resource. Maka dalam perkembangan selanjutnya muncullah PC hingga laptop yang ukurannya sudah semakin kecil dan portabel. Begitu pula dengan perangkat server jaman sekarang. Hingga akhirnya mulai diperkenalkanlah virtualisasi.
Virtualisasi merupakan teknik yang digunakan untuk membuat suatu objek maya dari sebuah objek nyata, namun memiliki kemampuan yang sama dengan objek nyata. Salah satunya adalah perkembangan virtualisasi pada platform IT.
Pada awal kemunculannya, virtualisasi hanya digunakan sebagai trial (percobaan) dari penggunaan sistem operasi.
Kompetisi perkembangannya pun bersifat proprietary (berlisensi, berbayar dan memiliki sifat pengembangan tertutup). VMWare memulai kompetisi pada tahun 2001 dengan produknya VMWare ESX Server, yang sekarang bernama Virtuozzo dan bertengger di puncak hingga tahun 2006 ketika XEN meluncurkan produknya yang secara komersial diberi nama XenServer.
Pada tahun 2007, komunitas Open Source dipimpin oleh Qumranet merilis KVM yang selanjutnya dimasukkan dalam kernel Linux agar bisa digunakan lebih berkelanjutan.
Deskripsi Pasar Virtualisasi 
Kebutuhan akan pengurangan sumber daya perangkat server menjadi pendorong utama pergerakan ekonomi virtualisasi.  Fleksibilitasnya yang tinggi menjadikan virtualisasi semakin diminati.
Beberapa solusi virtualisasi bagi pasar tersebut antara lain:
  • Hypervisor untuk pembuatan mesin server virtual.
  • Teknologi virtualisasi untuk berbagi pakai sumber daya sistem operasi (biasa disebut containers).
  • Manajemen administratif untuk virtualisasi server.
  • Manajemen yang ditanamkan untuk virtualisasi server, seperti migrasi secara live, otomasi dasar dari beberapa fungsi manajemen administratif virtualisasi.
Komunitas Open Source (Xen, KVM Hypervisor, dll) VS Vendor yang Menanamkan Software Open Source pada Produknya
Xen (www.xen.org) dan KVM (www.linux-kvm.org) merupakan kelompok open source independen yang digunakan para pengembang untuk mengembangkan program dalam kategori bisnis. Jika dibandingkan dengan hasil pengembangan versi vendor, maka open source yang dihasilkan bisa dikatakan nilainya lebih rendah karena belum memiliki daya jual tambahan pada sisi pembuatan daur operasi mesin virtual, optimisasi, perencanaan kapasitas, mobilitas, diagnosa, monitoring, manajemen penyimpanan, ketersediaan tinggi, portal dan sebagainya.
Dari pemetaan Analisa Gartner pada tahun 2012 didapatkan hasil sebagai berikut:
Dari pemetaan tersebut, bisa dikategorikan tren pengembang virtualisasi pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
  • Zona Leader. Dipimpin oleh VMWare (www.vmware.com) berdasarkan beberapa faktor seperti pemahaman yang tinggi terhadap pasar, strategi produk, model bisnis, inovasi teknologi, kemampuan produk dan eksekusi penjualan.
  • Zona Challengers. Pada zona ini terdapat Microsoft (www.microsoft.com/en-us/cloud/default.aspx) yang masih mempelajari kebutuhan pengembangan untuk menjadi pemimpin pasar.
  • Zona Visionaries. Dihuni Citrix  (www.citrix.com) dengan XEN-nya. Citrix memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap pasar dan inovasi yang solid serta strategi yang baik. Jika dalam analisis, produk Citrix hasilnya hampir setara dengan VMWare.
  • Zona Niche Player. Zona ini diisi Red Hat, Oracle, dan beberapa pemain lainnya.
Perkembangan Virtualisasi Kini
Virtualisasi merupakan konsep dasar dari sistem cloud computing. Baik private cloud maupun public cloud. Berbagai faktor pendukung yang mengangkat virtualisasi hingga ke level ini. Di antaranya yaitu pertumbuhan beban kerja komputasi, kecepatan pertumbuhan adopsi pelanggan, peningkatan pemakaian Hosted Virtual Desktop (HVD) pada server, peningkatan pengguna IaaS (Infrastructure as a Service), pertumbuhan pasar berkat organisasi-organisasi besar yang pertama kali menggunakan virtualisasi, dan kematangan produk-produk virtualisasi yang ditawarkan oleh penyedia virtualisasi.
Hubungan Antara VPS dan Cloud IaaS (Infrastruktur as a Service)
VPS yang meggunakan teknologi virtualisasi jika ditilik dari konsep dasarnya, sebenarnya sama dengan Cloud Computing bertipe IaaS yang juga bertype virtualisasi. Bahkan pada VPS kustomisasinya bisa lebih leluasa. Bedanya, Cloud Computing mengelevasi teknologi virtualisasi dengan apa yang disebut “inovasi”. Yaitu kemampuan server agar bisa berada di banyak tempat dan tetap saling terhubung.
SUMBER : cloudindonesia.or.id dan sumber lain.sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar