Jumat, 07 Desember 2012

Tiga Proyek Pencakar Langit RI

Tiga menara baru ini akan menjadi kebanggaan Indonesia.

Maket The Signature Tower Complex-SCBD
Maket The Signature Tower Complex-SCBD (Dok: PT Danayasa Arthatama )
Berbagai perusahaan Indonesia, baik BUMN maupun swasta, berlomba-lomba membangun menara pencakar langit dan akan menjadi ciri khas. Tercatat, ada tiga menara baru yang bakal menjadi kebanggaan Indonesia.
Satu dari tiga gedung tersebut, bahkan digadang-gadang menjadi gedung tertinggi kelima di dunia, mengalahkan Petronas Tower, gedung kebanggaan masyarakat Malaysia. Berikut rincian tiga gedung calon pencakar langit Indonesia:

1. Signature Tower
The Signature Tower Complex-SCBD
Pengusaha nasional, Tomy Winata pertengahan 2012 lalu membuat gebrakan baru dengan membangun Signature Tower, gedung setinggi 638 meter dengan 111 lantai. Pencakar langit ini bakal menjadi gedung perkantoran dan hotel mewah. Lokasinya tepat di tengah Sudirman Central Business District (SCBD) atau kawasan bisnis terpadu seluas lebih kurang 45 hektare yang terletak di jantung kota Jakarta.

Bos Artha Graha ini menginginkan Signature Tower mulai dibangun pada 2012 dan selesai dalam lima tahun. Pembangunan ini diperkirakan menelan biaya US$2 miliar atau sekitar Rp18,5 triliun. Dalam membangun proyek prestisius ini, Artha Graha Network melalui anak usahanya, PT Danayasa Arthatama Tbk, menggandeng MGM Hospitality di Las Vegas, Amerika Serikat.

Menara ini dirancang konsultan-konsultan dalam dan luar negeri berkelas dunia dan berpengalaman dalam pembangunan gedung-gedung mega-tinggi. Artha Graha menggandeng Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart & Associates, sebuah firma arsitektur ternama dari Atlanta, AS.

Rancangan bangunan Signature Tower terinspirasi dari keindahan alam, kekayaan dan keragaman budaya Indonesia, serta perkasanya kepak sayap burung Garuda sebagai simbol negara Indonesia.

Jika merujuk daftar 100 gedung tertinggi di dunia yang dikeluarkan Council of Tall Buildings and Urban Habitat, Illinois Institute of Technology, Chicago, AS, Signature Tower akan menjadi gedung tertinggi kelima dunia. Tentu saja akan mengalahkan Petronas Tower di Kuala Lumpur, Malaysia, yang hanya memiliki ketinggian 452 meter dengan jumlah lantai 88.

2. Telkom Tower
Gedung Telkom Indonesia
Selain itu, ada juga PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang akan membangun gedung baru yang menelan biaya sekitar Rp1 triliun. Gedung itu dibangun oleh anak usaha Telkom, PT Graha Sarana Duta.

Gedung tertinggi Telkom itu rencananya terbagi atas tiga bangunan, dengan salah satunya memiliki 50 lantai. Dua bangunan lain adalah gedung lama Telkom yang akan direnovasi dan satu gedung baru dengan tinggi di bawah 50 lantai.

Telkom beralasan pembangunan gedung baru tersebut akan lebih efisien. Selama ini, masih banyak anak perusahaan Telkom yang masih menempati gedung milik perusahaan lain dengan sistem sewa. Telkom mentargetkan pembangunan salah satu tower selesai pada 2013 dan sisanya 2014.

3. Pertamina Tower
Gedung Pertamina Lapangan Banteng
Yang terbaru adalah pembangunan Pertamina Tower setinggi 400 meter dan 80 lantai. Pembangunan Pertamina Tower akan menelan biaya US$850 juta. Presiden telah menginstruksikan kepada direksi Pertamina untuk segera membangun dan merampungkan Pertamina Tower dalam 18 bulan.

Pertamina Tower terletak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pertamina Tower dibangun, karena kantor pusat Pertamina saat ini dalam kawasan ring satu Istana Negara, sehingga mau tidak mau perseroan harus pindah ke lokasi lain. Ring satu hanya diperkenankan untuk kantor pemerintah atau lembaga negara, tidak diperkenankan untuk bisnis.
Pertamina juga telah mengeluarkan gedung kantor Pertamina pusat yang terletak di dekat stasiun Gambir dan masjid Istiqlal ini dalam aset Pertamina dan diserahkan kepada aset negara.

Sama seperti Telkom, Pertamina Tower akan menyatukan seluruh anak perusahaan Pertamina. Hal ini akan menjadi kerja Pertamina lebih efisien dan anak perusahaan Pertamina tidak perlu lagi menyewa kantor. (asp)



sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar