Minggu, 21 Oktober 2012

Beda Islam dengan Demokrasi

Abul Ala Maududi<br />
Bisakah Islam bertemu dengan demokrasi barat? Apakah mereka sejalan? Atau apakah demokrasibarat mengambil konsep dari Islam? Atau sebaliknya Islam mengambil nilai nilaidemokrasi yang telah berkembang di Yunani? Atau konsep nilai Islam telahberubah karena zaman sudah berubah pula, dan karena saat ini penduduk duniasemakin banyak hingga dibutuhkanlah sebuah sistem yang berguna untukmenyederhanakan dalam sistem pemerintahan, makanya kaum muslim bersediamenerima konsep demokrasi barat sebagai jalan keluar yang modern?
Ada satu pertanyaan yang membuat berfikir berkali kali bagipenulis, kenapa barat (Amerika dan sekutunya) selalu mengirimkan pasukanperangnya bila ada suatu negara menolak sistem demokrasi barat? Dan kenapaamerika dan sekutunya tidak merasa perlu mengirimkan pasukan senjata perangnya bilasuatu negara muslim sudah mengadopsi sistem demokrasi barat dalampemerintahannya? Apakah demokrasi itu merupakan cara hidup kaum barat? Dan bilaada Negara muslim memakai sistem tersebut , kaum barat sudah merasakan negaramuslim demokrasi tersebut sudah satu millah / din yang sama dengan mereka? Jaditidak perlu berperang?
Beribu ribu pertanyaan yang terngiang.
Berikut disampaikan beberapa analisis pemikir Islam, semogahal hal tersebut terurai sedikit demi sedikit kenapa kita harus selalu memegang harta termahal kita yaitu Islam.
Abul Ala Maududi dalam bukunya Human Right in Islam,terbitan The Islamic Foundation, London, menjelaskan perbedaan mendasar antarkeduanya, Islam dan demokrasi barat. Dan ternyata tidak terdapat irisan dan titiksinggung antar kedua sistem tersebut.
Singkatnya, tidak ada penyandingan yang layak antar kedua sistemtersebut, tidak ada Islam demokrasi.
Demokrasi barat didasarkan atas kedaulatan rakyat . SedangIslam , kedaulatan hanya ada di tangan Allah, dan manusia /masyarakat hanyalahkhalifah khalifah atau wakil wakilnya.
Demokrasi barat , masyarakatlah yang membuat hukum hukummereka sendiri. Sedang Islam, masyarakatnya harus tunduk pada hukum hukum Allah(syariat Allah) yang diberikanNya melalui rasulNya.
Demokrasi barat , pemerintah memenuhi apapun kehendak rakyat.Sedang Islam , pemerintah dan rakyat yang membentuk pemerintahan, kedua duanyaharus memenuhi kehendak dan tujuan Allah.
Demokrasi Barat adalah semacam wewenang mutlak yangmenjalankan kekuasaan kekuasaannya dengan cara bebas dan tidak terkontrol .Sedang Islam, adalah kepatuhan kepadahukum Allah, dan melaksanakan wewenangnya sesuai dengan perintah perintah Allahdan dalam batas batas yang telah digariskan oleh Nya.
Sebagai melengkapi pemahaman demokrasi barat, menurutMuhammad Assad, dalam bukunya Minhaj Al Islam fi al Hukumi, konsep demokrasiasli yang dimiliki oleh bangsa yunani, Negara penemu sistem demokrasi berawal.Bagi bangsa yunani (kuno), istilahpemerintahan dari rakyat untuk rakyat , yang merupakan inti dari demokrasi,dimaksudkan sebagai suatu pemerintahan oligarchis , suatu pemerintahan yangdipegang oleh elite tertentu yang tidak mencakup seluruh rakyat. Di dalamnegara negara yang pernah ada pada masa mereka, istilah rakyat berarti warga negarasejati yang merupakan penduduk yang dilahirkan secara merdeka yang lazimnya jumlahnya tidak lebih dari seper-sepuluh jumlah penduduk yang ada. Sedangkansisanya yang Sembilan puluh persen ituterdiri dari budak budak dan hamba sahaya yang tidak diberi kesempatanmelakukan aktifitas apapun selain pekerjaan pekerjaan fisik yang kasar, danmereka , sekalipun tetap diwajibkan berpartisipasi dalam pertahanan negara,sama sekali tidak diberi hak dalam hal kewarga negaraan. Hanya warga negarasejati itu (yang hanya 10%) sajalah yang memegang hak kebebasan aktif maupunpasif, yang dengan demikian seluruh kekuasaan politik berpusat sepenuhnya ditangan mereka.
Sebuah sistem yang katanya menuntut persamaan , hak asasimanusia , tapi nyatanya persamaan dan hak asasi manusia itu semu dan hanyaberlaku bagi warga negara khusus antara mereka saja. Sistem yang berlaku bila hanya kelompok yang mereka setujuisaja yang memenangi pemilihan umum, dan tidak berlaku bila kelompok Islam yangmemenangi pemilihan rakyat , lihatlah FIS di Aljazair, Lihatlah Hamas dipalestina…Sistem demokrasi adalah sebuah sistem jadi jadian mereka, jebakanpolitik, sistem yang menuruti sekehendak hawa nafsu dan syahwat kelompokborjuis saja, dan tidak berlaku bagi yang mereka anggap sebagai musuh bersama mereka.
Semoga keterangan ini menjadi jelas adanya, dan di saat kehidupanakhir zaman ini, kedua sistem tersebut mengemuka dan menjadi pilihan bagi umat,nah sekarang kembali kepada anda, dalam kedua sistem tersebut, kembali ke andasebagai manusia dan hamba Allah, yang kelak semua hal yang kita lakukan diduniaini akan diminta pertanggung jawaban di akherat kelak, so , mana yang andayakini dan berniat berusaha untuk meninggikannya?



sumber:eramuslim.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar