Jumat, 21 September 2012

Undangan Nikah Megawati Dijual Rp 5 Juta

Jakarta Sebuah undangan pernikahan dijual Rp 5 juta rupiah. Mahal. Undangan ini dinilai memiliki nilai penting lantaran mempelai perempuan itu adalah putri presiden pertama RI yang menjadi presiden kelima RI, Megawati.

Undangan sederhana tersebut berwarna krem dimakan waktu. Di lembar dalam terdapat tulisan: Telah menikah dengan restu dari kedua belah pihak orang tua mempelai.

Kemudian tercantum nama kedua mempelai yakni: Diah Permata Megawati Setiawati Sukarno Putri dan L.U II Penerbang Surindro Supjarso.

Pesta pernikahan keduanya digelar pada Sabtu 1 Juni 1968, bertempat di Jalan Sriwijaya No 7, Kebayoran Baru.

Di sudut kanan bawah tertulis: Wasalam, L.U II Penerbang Surindro Supjarso dan istri.

Turut mengundang dalam acara itu adalah:
1. Seluruh Warga Skuadron 42 Madiun
2. Didit Cs
3. Renny Hugeng
4. Memet S. Djajadipura dan Istri.

Undangan tersebut ditujukan kepada seseorang bernama Hakim yang beralamat di Jalan Merak 14. Itulah undangan pernikahan Megawati, sebelum beberapa waktu kemudian menikah dengan Taufiq Kiemas.

Undangan tersebut dijual oleh Daud Buku Rare Books yang membuka stan di Jakarta Book Fair 2012. Stan itu menjual buku-buku langka dan buku bekas.

"Saya dapat buku itu dari dalam sebuah buku tua. Saya lupa judul bukunya. Harga undangan itu Rp 5 juta," ujar pemilik Daud Buku Rare Books, Azmi, kepada detikcom di lokasi, Sabtu (23/6/2012).

Menurut dia belum ada orang yang mencoba menawar undangan tersebut. "Mungkin karena nggak ngeh," ucap Azmi.

Namun saat Azmi mengeluarkan undangan tua itu dari etalase, beberapa pengunjung tertarik mendekat. Mereka pun memberondong Azmi dengan sejumlah pertanyaan.

"Pak itu undangan Bu Mega?" tanya seorang pria yang dijawab Azmi dengan anggukan.

"Bukan yang sama Taufiq Kiemas ya?" Tanya perempuan berkerudung.

"Undangan itu yang kami punya," jawab Azmi.

Undangan tua itu adalah saksi kisah hidup Mega puluhan tahun lalu. Secuil cerita cintanya di masa silam



sumber DetikNews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar