Sabtu, 22 September 2012

Oslo dan Solo, Tak Sekedar Mirip



Oslo dan Solo, kedua nama kota ini sangat mirip meskipun berada di negara berbeda. Sekedar mengingatkan, nama Kota Solo resminya adalah Surakarta, namun branding yang dilakukan pemkot Kota Surakarta untuk pariwisata kota ini memakai nama Solo. Selain itu Wong Solo (sebutan untuk orang yang berdomisili di Solo) lebih sering menyebut nama Solo dalam percakapan sehari-hari dibandingkan Surakarta.

Sementara Oslo sendiri merupakan salah satu nama kota di Norwegia yang juga merupakan Ibukota dari negara tersebut. Jumlah penduduk di Kota Oslo boleh dibilang hampir sama dengan Kota Solo, yakni diangka lima ratus ribuan jiwa, dimana jumlah penduduk Oslo sekitar 590.041 jiwa, sedangkan Solo berpenduduk 503.421 jiwa. Oslo memiliki luas Kota sekitar 45.403 km2, sedangkan Solo 44,03 km2.

Selain kedua hal tersebut, kemiripan Kota Solo dan Oslo adalah dalam bidang transportasi massal. Meskipun harus diakui memang Oslo lebih unggul dan jauh lebih maju dalam hal ini, namun setidaknya Solo juga mampu mengakomodasi transportasi dengan baik dalam skala negara kita sendiri.

 Transportasi massal di Kota Oslo

Transportasi massal di Kota Solo

Beberapa waktu yang lalu, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Ingemar Traavik, mengunjungi Walikota Solo, Jokowi di rumah dinas walikota Loji Gandrung. Stig tertarik untuk datang ke Solo karena Solo merupakan pusat kebudayaan Jawa dan juga karena rasa penasaran dengan sosok Jokowi yang dikenal ramah dan merakyat. “Saya juga banyak mendengar beliau saat ini sedang mengikuti pemilihan sebagai calon gubernur DKI Jakarta.” kata Stig.

Dalam kesempatan tersebut, Stig juga mengundang Jokowi untuk datang ke ibukota negaranya, Oslo, dan mempelajari sistem transportasi massal yang ada disana.




sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar