Jumat, 21 September 2012

Fenomena Pasir Hisap (Pasir Hidup)

Haloberita – Quicksand atau Pasir Hisap sering ditemui di film-film hollywood, setiap orang yang terjebak dipasir hisap akan terus tenggelam dan sulit untuk menyelamatkan diri, kecuali ada orang yang mau membantu mengangkatnya dengan bantuan tali atau sebatang kayu yang kuat.

Sumber : politik.kompasiana.com
Tapi tahukah kamu jika pasir hisap itu benar adanya, Pasir hisap adalah hidrogel yang erdiri dari pasir, air, dan tanah liat, biasanya pasir hisap sering ditemui dikawasan yang memiliki sumber air seperti di pantai, sungai, atau rawa. Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut.
Manusia yang tersisap kedalam pasir hisap tersebut tidak akan mati karena manusia akan terhisap hingga pinggang atau setengah postur tubuh mereka, karena Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang. dan orang yang terhisap kepalanya terlebih dahulu maka ia  tidak dapat diselamatkan.
ketika seseorang masuk kedalam pasir hisap tidak dianjurkan untuk panik dan bergerak yang membuat ia akan terus terisap, karena rongga didalam campuran pasir dan air didalam pasir hisap dipenuhi dengan tubuh manusia, disinilah sebenarnya manusia tersebut akan terperangkap oleh pengerasan ruangan yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa di angkat, bahkan jika itu dilakukan ia bisa tewas karena tubuhnya yang didalam pasir hisap telah tergencet partikel yang membuat mereka susah untuk di angkat. jadi jika ada seseorang yang terhisap jangan menariknya kepermukaan.
Dari berbagai sumber menjelaskan bahwa untuk keluar dari pasir hisap harus dengan ketenangan dan kesabaran pada orang yang terjebak didalamnya.

Cara Bebas Dari Pasir Hisap

Pasir Hisap - pasir hidupSeoran ilmuan mengatakan “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yg disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup.”




sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar