Kamis, 20 September 2012

Akibat Film Anti-Islam, AS Dimusuhi, Israel Tertawa


AS sangat rugi akibat "Innocence of Muslim". Mereka harus bertindak.

Protes menentang Film Innocence of Muslims
Protes menentang Film Innocence of Muslims (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) besok, 21 September 2012, mengundang Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, untuk berdialog tentang masalah film "Innocence of Muslims". Film amatiran yang kontroversial ini mengundang kemarahan banyak umat Muslim mancanegara.

Menurut Hidayat, yang baru saja terpilih menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR, Innocence of Muslims telah menghadirkan kegaduhan di tingkat internasional, bahkan membuat Amerika Serikat sebagai negara yang dimusuhi.

"Amerika Serikat sekarang di posisi yang dimusuhi oleh orang-orang Islam di dunia, dan Israel menjadi ketawa-tawa. Jadi, orang tidak lagi memusuhi Israel, tapi memusuhi Amerika Serikat," kata Hidayat Nur Wahid, saat ditemui di TPS 13, Kemang Raya, Jakarta Selatan, 20 September 2012.

Ia menambahkan, harus ada pemahaman bahwa Amerika Serikat sangat dirugikan dengan hadirnya film murahan yang menghina Nabi muhammad, yang kebetulan dibuat di negeri mereka.

"Amerika Serikat harus berada di garda terdepan untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan dibiarkan, justru akan merugikan mereka," tutup Hidayat Nur Wahid.

Korban nyawa bahkan telah jatuh di pihak AS. Dalam serangan di konsulat AS di kota Benghazi pekan lalu, Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens, dan tiga diplomat Amerika lainnya tewas. Mereka jadi pelampiasan kemarahan massa atas film itu.  

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, menegaskan pemerintah AS tidak ada hubungannya dengan yang menghina Nabi Muhammad itu, yang dibuat Sam Bacile, nama samaran Nakoula Basseley Nakoula.

“Pemerintah Amerika Serikat sama sekali tidak ada hubungannya dengan video itu. Kami benar-benar menolak isi dan pesannya,” ujarnya kepada pejabat senior Maroko.

“Bagi kami, dan bagi saya pribadi, video itu sangat menjijikkan dan tercela. Tampak jelas sekali itu memiliki tujuan yang sangat sinis, yakni merendahkan agama dan memancing kemarahan,” lanjutnya. (ren)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar